Senin, 18 Januari 2021

MEMPENGARUHI PIKIRAN PUBLIK

Nama                    : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.


Halo sahabat balik lagi di blog saya hehhe. Apakabar kalian semua? semoga dalam keadaan baik dan sehat wal'afiat ya sahabat aamiin.... . Kali ini saya akan membahas tentang Perubahan Pemikiran Publik. Apa saja sih yang mempengaruhi pemikiran publik ini yuk kita simak...


Apapun yang dilakukan praktisi kehumasan untuk memulihkan kepercayaan, membangun citra, atau membangun kepercayaan pada dasarnya adalah upayanya mempengaruhi pikiran publik.
Perubahan pikiran publik adalah tujuan untuk mencapai tujuan akhir yang sangat diharapkan yaitu Perubahan Perilaku 2 (dua) hal yang penting diperhatikan dalam mempengaruhi pikiran publik ialah Manajemen Komunikasi dan Tehnik Persuasi.

Manajemen Komunikasi terdiri dari dua kata yaitu Manajemen yang berarti ilmu atau seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain dalam prosesnya yaiu membuat perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dalam mencapai tujuan. sedangkan komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. karena itu manajemen komunikasi merupakan perpaduan konsep komunikasi dan manajemen yang diaplikasikan dalam berbagai setting komunikasi.
Pada pengertiannya manajemen komunikasi adalah proses timbal balik (resiprokal) pertukaran sinyal untuk memberi informasi, membujuk atau memberi perintah, berdasarkan makna yangsama dan dikondisikan oleh konteks hubungan para para komunikator dan kontekssosialnya (Cutlip, 2007).

Manajemen komunikasi termasuk subdisiplin ilmu dari manajemen, menurut Kaye (1994), kelahiran subdisiplin manajemen komunikasi tidak terlepas dari adanya tuntutan untuk lebih membumikan ilmu komunikasi di tataran dunia nyata. Manajemen komunikasi lahir karena adanya tuntutan umtuk menjembatani antara teoritisi komunikasi dengan praktisi komunikasi. Para teoritisi menghadapai keterbatasan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimilkinya. Sementara para praktisi komunikasi mengalami keterbatasan pada rujukan teoritis atau ilmu komunikasi.

Manajemen Komunikasi dalam Komunikasi Orang Dewasa
Dalam buku Communication Management karya Michael Kaye, terdapat model komunikasi orang dewasa yang dianalogikan dengan ”Russian Matouschka dolls”. Boneka terkecil merupakan bagian yang terdalam pada konsep komunikasi orang dewasa ini. Bagian ini merepresentasikan ”self”. Mengerti dan memahami diri merupakan tahap yang sangat penting dalam mencapai self-management yang efektif. Dalam hal ini, berarti kita melakukan komunikasi intrapersonal yang mencakup sensasi, persepsi, memori dan berfikir.
Boneka yang membungkus ”self doll” adalah ”interpersonal doll”. Unsur interpersonal ini terfokus pada bagaimana ”self” atau diri, berhubungan dengan orang lain, bagaimana individu tersebut berinteraksi dengan individu lainnya dalam melakukan proses komunikasi yang bertujuan untuk membangun makna.
Boneka ketiga adalah ”people-in-system doll”. Disini, perhatian kita mengenai bagaimana sistem sosial atau organisasi dimana seseorang bekerja, dapat memiliki efek pada orang tersebut dari cara berkomunikasi dengan orang lain di dalam sistem tersebut.
Boneka keempat yang membungkus seluruh boneka lainnya, merepresentasikan ”competence doll”.
Sangatlah penting untuk mengerti bahwa model kompetensi ini bukan hanya terlihat sebagai bagian terluar atau sebagai casing saja, melainkan sebagai kompetensi manajemen komunikasi yang bisa terdapat di semua level model ”Russian Matouscha doll” ini. Seseorang menjadi kompeten dalam komunikasi intrapersonalnya ketika dia dapat memahami dirinya dan dapat menimbulkan ”self control” atau kontrol diri. Seseorang juga dapat terlihat kompeten ketika dia membangun, mengkoordinasi dan menjelaskan makna kepada orang lain. Dan terakhir, seseorang dapat dinyatakan kompeten ketika dia memperlihatkan kemampuan untuk mengubah salah satu sistem yang dia jalankan atau orang lain dalam sistem tersebut.


Sekian dulu artikel saya semoga dapat bermanfata bagi sahabat semua yaa...
Terima Kasih telah membaca...
Salam SehatπŸ’ͺπŸ˜†

CATATAN PERTEMUAN KE-12

Nama                 : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 



Hai sahabat apakabar kalian semuaa?? semoga dalam keadaan baik semua ya dan dijauhkan dari segala penyakit aamiin..... . Btw kalian pernah denger yang namanya Piramida terbalik ga sih? kalau belum kali ini saya akan membuat artiket mengenai Piramida Terbalik mari yuk kita simak😁




Struktur Piramida Terbalik sudah dipakai lebih dari 150 tahun.  Kantor berita Associated Press (AP) kabarnya merupakan pihak pertama yang menerapkan struktur ini, terutama untuk penulisan berita lempang (straightnews). Lewat struktur ini, pembaca dengan cepat mengetahui apa inti isi dari tulisan yang dibuat.  Jika pembaca ingin mengetahui lebih jauh, ia bisa melihat apa yang ada di paragraf berikutnya.

Untuk para penulis berita, struktur ini menyelamatkan tulisan. Bila beritanya kepanjangan, sementara  ruang untuk memuat beritanya terbatas, jurnalis tinggal memotong bagian bawah (tail). Atau kalau perlu memotong satu paragraf sebelum paragraf terakhir.

Pemotongan ini tidak mengganggu pembaca. Kenapa? Karena inti berita sudah tersampaikan di lead dan paragraf paling atas.

Di sisi lain, sebuah berita dianggap lengkap jika bisa menjawab enam pertanyaan yang menjadi formula dasar pemberitaan. Kita mengenalnya dengan istilah “5W 1H” :

  • Who
  • What
  • Where
  • When
  • Why dan
  • How

Informasinya menjelaskan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimana.

Biasanya, sebisa mungkin para penulis berita menempatkan 6 fakta dalam 5W 1H ini di lead. Bila paragrafnya terlalu panjang – misalnya hanya 4 unsur saja – maka dua sisanya (misal unsur Why dan How) di tempatkan di paragraf berikut, sebagai bagian dari body atau tubuh tulisan.




Berikut contoh penggunaan piramida terbalik dalam berita

[1] MADIUN, KOMPAS.com - Seorang pelajar SMA dilaporkan tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya jatuh lalu terbakar di depan SPBU Caruban di ruas jalan nasional Surabaya- Madiun KM 147-148, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Senin (1/6/2020) siang. 
“Korban meninggal atas nama Juni Dana Saputra (17), warga Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Korban ditemukan langsung meninggal di tempat kejadian perkara,” kata Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Jimmy H Manurung kepada Kompas.com, Senin (1/6/2020) siang. 


[2] Petaka yang menimpa Juni berawal ketika korban melaju dengan sepeda motor Honda Tiger bernomor polisi AE 4755 HG bersama dengan satu sepeda motor lain melaju kencang dari arah Madiun menuju Surabaya.
Sesampainya di tempat kejadian perkara, kedua motor itu bersenggolan hingga menyebabkan sepeda motor yang dikemudikan korban bergeser ke lajur kanan. Saat bersamaan, kata Jimmy, melaju kendaraan truk bernopol AD 1409 HN dari arah berlawanan. Korban yang tak mampu mengendalikan kecepatan sepeda motornya tertabrak truk yang melaju dari arah berlawanan. “Saat sepeda motor korban bertabrakan dengan truk tersebut korban juga sempat ikut terseret jatuh. Namun korban tidak ikut terbakar bersama sepeda motornya,” jelas Jimmy.

[3] Hasil olah tempat kejadian perkara menyebutkan kecelakaan diduga terjadi lantaran ketidakhati-hatian korban mengemudikan sepeda motornya. Saat ini jenazah korban sementara berada di RSUD Caruban. Sementara truk dan sepeda motor yang tinggal kerangka milik korban diamankan Satlantas Polres Madiun. 

Bagian [1] adalah bagian penting yang memuat 5W + 1H. Kemudian bagian [2] adalah informasi tambahan yang menjelaskan bagian [1]. Terakhir, bagian [3] adalah informasi lainnya yang kurang penting.


Sekian dulu artikel saya mengenai Piramida Terbalik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kalian semua ya sahabat...
Terima Kasih telah membaca.. 
Salam Sehat πŸ’ͺ


Minggu, 03 Januari 2021

KARAKTER KREATIFITAS YANG BERBASIS BISNIS

Nama                     : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 


Hai sahabat pembaca kembali lagi dengan saya Dwita Agustini mahasiswi semester 3 fakultas Ilmu Hukum di Universitas Mpu Tantular. Kali ini saya akan membahas materi pertemuan ke-11 yaitu Karakter Kreatifitas Yang Berbasis Bisnis yuk kita simak cekidoott...



Sahabat pasti mau dong terjun di dunia bisnis dengan keuntungan yang sangat banyak. Terjun di dunia bisnis sangatlah tidak mudah kita perlu mengembangkan ide yang kreatif agar dapat bersaing dengan pengusaha lainnya. Seorang Pengusaha harus memiliki karakter dan watak yang baik dan berorientasi pada kemajuan agar Pengusaha tersebut dapat maju dan sukses. Berikut Karakter dan Watak yang harus dimiliki seorang Pengusaha :




1.  Percaya Diri

  • Percaya diri menjadi salah satu paduan sikap dan keyakinan dari seseorang, dalam menghadapi suatu tugas atau pekerjaan, yang mana memiliki sifat internal, begitu relatif, bahkan dinamis, serta banyak ditentukan oleh kemampuan. Kemampuan apa? Kemampuan dalam memulai, melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan.

    Rasa percaya diri yang dimiliki oleh seorang wirausahawan, tentu akan sangat mempengaruhi suatu gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, semangat bekerja, ketekunan, hingga kegairahan dalam terus-menerus berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis itu sendiri ialah dalam memahami diri sendiri.

2. Berorientasi pada Tugas dan Hasil

Seseorang yang selalu mengumatamakan tugas dan hasil, merupakan sosok yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan, serta kerja keras.Di dalam suatu kewirausahaan, peluang hanya akan didapat atau diperoleh jika orang tersebut memiliki inisiatif. Perilaku inisiatif yang muncul seperti inilah, yang biasanya didapatkan berdasar dari pengalaman dan pengembangannya, yang didapat dengan cara disiplin diri, berpikir kritis, cepat tanggap, bergairah, dan memiliki rasa semangat berprestasi.

3. Berani untuk Mengambil Resiko

Salah satu hal terpenting dalam memulai berbuat sesuatu yang baru ialah berani dalam mengambil resiko dalam melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Inovasi atau pembaharuan tak akan pernah muncul, apabila kita hanya terpaku saja terhadap hal-hal yang sudah dilakukan oleh orang lain dan tak memiliki keberanian dalam melakukan  hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

4. Berjiwa Pemimpin

Kepemimpinan merupakan suatu sikap yang dimiliki oleh seorang pemimpin, diantaranya seperti :
  • Mempunyai visi dan misi yang jelas
  • Mempunyai integritas dan kejujuran yang tinggi
  • Handal berkomunikasi dengan baik
  • Mampu menjadi teladan bagi orang lain atau karyawannya
  • Memiliki sikap yang rendah hati
  • Mau mendengar
  • Mampu memberikan motivasi kepada orang lain untuk melakukan tugasnya
  • Bersikap/berlaku dengan adil


Seorang wirausahawan harus bisa mempunyai sifat kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan. Dirinya harus selalu bisa menampilkan produk dan jasa-jasa yang lebih baru, serta berbeda, sehingga dirinya bisa menjadi pelopor yang baik dalam proses edukasi ataupun pemasaran, serta selalu memanfaatkan perbedaan, sebagai salah satu bentuk yang mampu menambah nilai.

5. Orisinalitas atau Keaslian

Keaslian ide, gagasan, pemikiran, serta keputusan, bisa didapat dengan luasnya wawasan dan kemampuan dalam berpikir kreatif, serta melihat peluang yang ada.Orisinalitas bisa saja muncul dari kemampuan, untuk selalu menuangkan imajinasi dalam setiap pekerjaannya, keinginan untuk selalu tampil beda atau selalu memanfaatkan perbedaan, mempunyai mental yang begitu positif dan didukung dengan pola pikir kreatif. Karya yang original juga hanya bisa dihasilkan oleh sosok-sosok wirausahawan yang mempunyai keahlian di bidangnya, serta rajin dalam mencoba berbagai macam hal-hal baru yang begitu inovatif.


6. Berorientasi ke Masa Depan
Masa depan memang mempunyai berbagai macam peluang dan tantangan yang begitu berbeda dengan yang terjadi di saat ini. Seorang dengan kewirausahaan, berani dalam melihat peluang dan tantangan, tidak hanya saat ini, emalinkan juga yang ada di masa depan.
Sementara itu, salah satu indikator atau tanda seseorang mempunyai jiwa entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan ialah mampu dalam membuat usaha bisnisnya sendiri, menjadi seorang wirausahawan. Wirausaha dalam bidang teknologi transportasi dan logistik, bisa menjadikan wirausahawan yang mampu menghasilkan produk, wirausahawan penjual produk atau wirausaha yang mampu memberikan jasa perbaikan produk teknologi transportasi dan logistik. Keberhasilan wiausahawan ialah saat usaha yang dilakukan, mampu memberikan keuntungan atau laba, bisa mempekerjakan banyak orang, mampu memberikan manfaat untuk lingkungan yang di sekitarnya, serta mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negaranya.



Nah itu adalah Karakter dan Watak yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha. Semoga berhasil dan sukses dalam membangun sebuah bisnis. Sekian sedikit ulasan saya semoga dapat bermanfaat untuk sahabat dalam membangun usaha . FIGHTINGGGπŸ˜ƒπŸ˜

Sabtu, 12 Desember 2020

HUBUNGAN KREATIFITAS, INOVASI, TEKNOLOGI, MANAJEMEN DAN ENTREPRENEURSHIP

Nama                     : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 


Hai Sahabat apakabarnya kalian semua? semoga dalam keadaan sehat semua ya sahabat !!! Kembali lagi nih di blog saya kali ini saya akan membahas tentang Hubungan Kreatifitas, Teknologi, Manajemen dan Entrepeneurship. Pada penasaran kann? Yuk kita simak berikut ini πŸ‘‡



Seorang wirausahawan dalam berbisnis harus berlandaskan ide-ide yang kreatif dan inovatif. Kedua sifat tersebut dapat membuat bisnis perusahaan mencapai kesuksesan. Berikut ini adalah tabel perbedaan antara kreatif dan inovatif.


          Dalam menghadapi persaingan bisnis yang ketat, diperlukan kreativitas. Kreativitas dalam membuat produk-produk baru, pelayanan yang lebih unggul, lebih baik dari pesaing. Menjadi seorang pebisnis yang inovatif bisa menambah pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan yang lama. Ide yang kreatif dan inovatif bila dikembangkan dan dijalankan dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan, yang dapat mengakselerasi pertumbuhan usaha dan mendorong bisnis menjadi semakin besar dan berkembang.


          Inovasi dan kreativitas berhubungan erat. Kreativitas adalah berpikir sungguh-sungguh untuk menghasilkan ide-ide baru untuk menghasilkan keuntungan. Sedangkan inovasi merupakan proses mengubah ide-ide tersebut menjadi kenyataan yang menguntungkan. Proses berkreasi akan menghasilkan awal mula inovasi. Awal mula inovasi itu bagaikan benih yang harus dipelihara hingga tumbuh dan menghasilkan buah keuntungan. Kemampuan entrepreneur berinovasi akan menentukan keberhasilan bisnis di masa yang akan datang, karena mampu mengantisipasi perubahan, dari sisi pelanggan maupun kompetitor.


              Keberhasilan pengembangan suatu produk dimulai dengan memillih produk yang tepat untuk diproduksi secara massal untuk dipasarkan di pasar global. Oleh karena itu diperlukan sumber daya ide yang kreatif dan inovatif, serta proses terbaik dalam mewujudkan ide-ide tersebut. Pemilihan ide yang tepat dalam menghasilkan produk baru merupakan pengantar kesuksesan perusahaan.


Sekian dulu pembahasan saya semoga dapat bermanfaat bagi sahabat semua yaa! Tetap jaga kesehatan dan semoga pandemic ini segera berakhir sehingga kita bisa kembali beraktifitas dengan normal kembali , aamiin..

Terimakasih telah membaca, salam sehat..


Jumat, 11 Desember 2020

CREATOR, CONCEPTOR, MEDIATOR, PROBLEM SOLVER

Nama                     : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 



Hai apakabar kalian semua? Semoga sahabat semua dalam keadaan sehat yaa.. aamiin!! Balik lagi nih di blog saya kali ini saya akan membahas apa itu Creator, Conceptor, Mediator dan Problem Solver. Yuk kita simak ...







  • Creator / Kreator, berasal dari kata dasar kreasi atau hasil karya, dan kreator itu sendiri merupakan kata benda yang artinya orang yang mampu membuat kreasi atau menciptakan kreasi dimana hasil karya itu merupakan hal yang baru dan dapat diterima dan digunakan oleh orang lain dalam kehidupannya. Seorang creator biasanya mampu menciptakan hal-hal baru yang belum ada , maupun sesuatu yang baru untuk menyempurnakan sesuatu yang pernah ada. Contohnya penulis buku, pencipta lagu, pengusaha dalam membuka lapangan kerja, seniman, dan banyak lagi yang, walaupun itu hasil dari ide-ide seseorang yang biasa
  • Conceptor / Konseptor ,  sebuah homonium karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.Arti pertama konseptor adalah orang yang mepunyai konsep atau gagasan pertama kali dalam pembuatan hasil karya, dalam hal ini konseptor yang dimaksud adalah orang yang mempunyai ide-ide yang sudah secara sistematis untuk diciptakan. Sedangkan arti konseptor yang kedua adalah pembuat konsep , dimana ini lebih pada orang yang menyusun konsep.
  • Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Jadi, peran mediator hanyalah membantu para pihak dengan cara tidak memutus atau memaksakan pandangan atau penilaiannya atas masalah-masalah selama proses mediasi berlangsung kepada para pihak.
  • Problem Solver adalah  penggabungan dari berpikir kritis dan berpikir kretif yaitu suatu proses mental yang membutuhkan keterampilan lebih untuk dapat memancing suatu pemikiran atau pemahaman baru sebagai solusi memecahkan suatu masalah

Nah itu sedikit penjelasan mengenai Creator, Conceptor, Mediator dan Problem Solver. Sekian dulu blog saya saat ini ya sahabat nanti kita sambung di waktu yang akan datang. Jangan lupa jaga kesehatan yaa karna kesehatan itu mahal sekali harganyaa... 

Terima Kasih telah membaca, salam sehat..



Minggu, 25 Oktober 2020

BERANI DALAM MENGHADAPI RISIKO

 Nama                  : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 



  Hai apa kabar sahabat semua ? udah masuk di musim penghujan nih tetap jaga kesehatan dan jangan lupa jaga jarak dan memakai masker. Semoga wabah COVID-19 ini segera berlalu yaa, aamiin. Balik lagi di blog saya nih sahabat kali ini saya akan memberikan sedikit ulasan mengenai Risiko, yuk kita simak ulasan saya dibawah ini.




Semua aktifitas manusia pasti mengandung resiko yang harus ditanggung dan bersifat tidak pasti. Kata resiko umumnya berkonotasi negatif dimana mengandung unsur bahaya, akibat serta konsekuensi yang mungkin terjadi akibat kegiatan yang sedang berlangsung atau kejadian di waktu yang akan datang. Untuk tahu lebih lanjut mengenai risiko.

Pengertian Risiko

Agar lebih memahami apa itu risiko, terdapat beberapa pendapat para ahli mengenai definisi resiko, diantaranya adalah:

  • Arthur Williams dan Richard, M.H

“Pengertian risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang mungkin bisa terjadi selama periode tertentu.”

  • Griffin

“Resiko merupakan suatu ketidakpastian tentang peristiwa masa depan atas hasil yang diinginkan atau tidak diinginkan.”


Apa sebenarnya yang dimaksud dengan risiko? Ini adalah termasuk hal yang tak bisa diukur. Namun, kita bisa mengira bahwa risiko adalah berada di luar jalur aman yang telah terbukti sehingga kemungkinan gagal akan terhindarkan. Risiko adalah tentang mengikuti insting walaupun itu berarti kita harus melewati jalur yang sama sekali baru dan belum terbukti.

ALASAN HARUS MENGAMBIL RISIKO

1. Risiko membuat Anda terlihat

Kebanyakan orang akan mengambil rute mudah, karena pada umumnya manusia kekurangan kepercayaan diri. Namun, Anda memilih jalur lain. Alih-alih mengikuti program yang sudah Anda, Anda hadir dengan ide Anda sendiri. Karena jarang sekali orang yang mau ambil risiko, begitu Anda melakukannya, Anda akan mendapatkan perhatian. Dan ketika Anda mulai dilihat, Andalah yang akan dipikirkan oleh mereka ketika akan mengembangkan bisnis atau kerjasama.

2. Risiko menciptakan perubahan

Sangat mudah untuk terjebak dalam suatu kebiasaan yang sudah Anda lakukan bertahun-tahun. Hal ini bisa berlaku bagi organisasi besar, perusahaan kecil ataupun individu. Jika Anda ingin ada yang berubah, Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda. Tapi melakukan suatu yang berbeda mungkin tidak terasa nyaman, dan penuh risiko. Tapi, jika ingin ada perubahan, Anda harus berani mengambil risiko ini.

3. Risiko membuat Anda merasa hidup

Ada kepuasan ketika Anda bisa melakukan segala sesuatu dengan benar. Tapi hal yang sama juga bisa datang ketika Anda berani mengambil risiko. Adrenalin yang terasa saat Anda memulai hal baru adalah sensasi yang sangat istimewa. Dan hal ini sangat menyenangkan dan membuat Anda merasa hidup.

4. Risiko menciptakan standar yang lebih tinggi

Ketika Anda mulai mengambil risiko dan melihat hasil yang ditawarkan, dalam pikiran Anda sudah mulai terbentuk suatu standar baru. Anda tidak lagi puas dengan kata cukup. Dan Anda sadar bahwa Anda harus mencapai level lebih tinggi untuk bisa mencapai keunggulan. Perilaku semacam ini mendorong Anda atau perusahaan Anda untuk maju dan menetapkan standar baru.

5. Risiko mengajarkan Anda tentang diri Anda

Risiko biasanya adalah ekspresi dari ide Anda. Jadi hal ini bisa mengajarkan banyak sekali tentang diri Anda sendiri. Semakin nyaman Anda dengan menjelajahi kemampuan baru dalam diri Anda, semakin sadar Anda akan bisa menjadi apa yang ada dalam diri Anda.

Konsekuensi apapun yang akan kita dapatkan dari sebuah keputusan, haruslah kita sikapi dengan positif karena hal itu dapat menjadi pemacu kehidupan kita dalam membangun integritas diri dan menyikapi suatu masalah.


Sampai disini dulu tulisan saya saat ini, apapun risiko atau kegagalannya tetap dihadapi yaa jangan menyerah karena kalau kita mau mencapai tujuan ga mungkin selalu berjalan mulus, pasti ada sebuah penghalang yang menghambat tujuan kita.Semangaaaatt Sahabat πŸ’ͺ

Terima kasih telah membaca, Salam Sehat.

Minggu, 18 Oktober 2020

Peran Kreatifitas dalam membentuk Soft Skill

 Nama                  : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. 



Hallo sahabat bagaimana kabarnya? semoga sehat selalu ya sahabat!!!. Kembali lagi nih di blog saya, kali ini saya akan membahas tentang Peran Kreatifitas dalam membentuk Soft Skill. Pada penasaran kann? yuk kita simak blog saya berikut ini πŸ‘‡.



Kreativitas adalah salah satu soft skill yang memiliki posisi teratas dan banyak dicari oleh banyak perusahaan. Kreativitas sangat bermanfaat dalam semua peran dalam suatu organisasi baik dari sumber daya manusia hingga rekayasa perangkat lunak dan layanan pelanggan. Orang-orang yang kreatif dapat mengembangkan ide baru dan menerapakn solusi baru untuk mengatasi masalah yang ada dan ini memungkinkan menjadi peluang untuk Anda untuk berinovasi dan usaha Anda bertumbuh.

 

PENGERTIAN SOFTSKILL (KEMAMPUAN PERSONAL)
Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia.Kemampuan ini juga berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain.
Berbeda dengan  hard skill  yang berhubungan dengan kemampuan menyerap ilmu atau keahlin dan kemampuan untuk melakukan jenis tugas atau kegiatan tertentu.
Soft skill berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dengan rekannya  baik di dalam dan di luar tempat kerja.

Bisa mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif, juga termasuk ke dalam kategori softskill atau kemampuan personal seseorang.Manfaat Softskill bagi Setiap Orang atau Karyawan.

MANFAAT SOFTSKILL

Mempunyai banyak Relasi

Kita bisa mempunyai banyak teman dan channel atau relasi dengan memiliki soft skill yang baik. Dengan mempunyai banyak relasi, kita akan mudah dalam meminta bantuan untuk mengembangkan bisnis dan usaha.

Mengembangkan Otak Kanan

Dengan soft skill, kita bisa lebih mengembangkan otak kanan, untuk mengelola emosi dan bisa membuat kita berpikir kreatif dan inovatif dalam bekerja.

Membantu Mencapai Jenjang Karir

Memiliki banyak kemampuan personal membantu kita cepat mencapai jenjang karir yang kita inginkan karena dengan mampu berpikir kritis dan analisis. Kita bisa menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat disaat terjadi suatu konflik, sehingga menjadi poin tambahan untuk kita.

Kestabilan Emosi dan Kesehatan

Stabilnya emosi kita termasuk dengan banyak tersenyum dan jarang sekali marah bisa membuat kesan baik terhadap diri kita. Tidak hanya itu, kita juga akan terhindar dari penyakit atau sulit sekali terserang penyakit, karena perasaan yang positif dan bahagia tanpa menyakiti orang lain.

Mengendalikan Mood atau Perasaan

Selain itu, kita bisa mengendalikan mood kita dalam menjalani pekerjaan dan bersosialisasi, sehingga membantu kita untuk tetap bersemangat.


Beberapa cara berikut ini yang perlu dilakukan untuk meningkatkan soft skill :

1. Milikilah andil sekecil apa pun di lingkungan kamu tinggal

2. Mengikuti ragam organisasi dalam lingkungan mahasiswa

3. Seringlah menyugesti diri dengan hal-hal positif.


Sekian dulu tulisan saya saat ini, semoga tulisan ini bermanfaat untuk sahabat semua. Terima kasih telah membaca tulisan ini yang tentunya banyak sekali kekurangannya dan jangan lupa kritik dan saran di kolom komentar ya sahabat.

Salam sehat untuk kita semua 😊


TAKING INITIATIVE

  Nama                    : Dwita Agustini NIM                    : 193300020055 Kampus              : Universitas Mpu Tantular Dosen Pengaj...