Senin, 18 Januari 2021

MEMPENGARUHI PIKIRAN PUBLIK

Nama                    : Dwita Agustini

NIM                    : 193300020055

Kampus              : Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengajar : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.


Halo sahabat balik lagi di blog saya hehhe. Apakabar kalian semua? semoga dalam keadaan baik dan sehat wal'afiat ya sahabat aamiin.... . Kali ini saya akan membahas tentang Perubahan Pemikiran Publik. Apa saja sih yang mempengaruhi pemikiran publik ini yuk kita simak...


Apapun yang dilakukan praktisi kehumasan untuk memulihkan kepercayaan, membangun citra, atau membangun kepercayaan pada dasarnya adalah upayanya mempengaruhi pikiran publik.
Perubahan pikiran publik adalah tujuan untuk mencapai tujuan akhir yang sangat diharapkan yaitu Perubahan Perilaku 2 (dua) hal yang penting diperhatikan dalam mempengaruhi pikiran publik ialah Manajemen Komunikasi dan Tehnik Persuasi.

Manajemen Komunikasi terdiri dari dua kata yaitu Manajemen yang berarti ilmu atau seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain dalam prosesnya yaiu membuat perencanaan, pengorganisisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dalam mencapai tujuan. sedangkan komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. karena itu manajemen komunikasi merupakan perpaduan konsep komunikasi dan manajemen yang diaplikasikan dalam berbagai setting komunikasi.
Pada pengertiannya manajemen komunikasi adalah proses timbal balik (resiprokal) pertukaran sinyal untuk memberi informasi, membujuk atau memberi perintah, berdasarkan makna yangsama dan dikondisikan oleh konteks hubungan para para komunikator dan kontekssosialnya (Cutlip, 2007).

Manajemen komunikasi termasuk subdisiplin ilmu dari manajemen, menurut Kaye (1994), kelahiran subdisiplin manajemen komunikasi tidak terlepas dari adanya tuntutan untuk lebih membumikan ilmu komunikasi di tataran dunia nyata. Manajemen komunikasi lahir karena adanya tuntutan umtuk menjembatani antara teoritisi komunikasi dengan praktisi komunikasi. Para teoritisi menghadapai keterbatasan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimilkinya. Sementara para praktisi komunikasi mengalami keterbatasan pada rujukan teoritis atau ilmu komunikasi.

Manajemen Komunikasi dalam Komunikasi Orang Dewasa
Dalam buku Communication Management karya Michael Kaye, terdapat model komunikasi orang dewasa yang dianalogikan dengan ”Russian Matouschka dolls”. Boneka terkecil merupakan bagian yang terdalam pada konsep komunikasi orang dewasa ini. Bagian ini merepresentasikan ”self”. Mengerti dan memahami diri merupakan tahap yang sangat penting dalam mencapai self-management yang efektif. Dalam hal ini, berarti kita melakukan komunikasi intrapersonal yang mencakup sensasi, persepsi, memori dan berfikir.
Boneka yang membungkus ”self doll” adalah ”interpersonal doll”. Unsur interpersonal ini terfokus pada bagaimana ”self” atau diri, berhubungan dengan orang lain, bagaimana individu tersebut berinteraksi dengan individu lainnya dalam melakukan proses komunikasi yang bertujuan untuk membangun makna.
Boneka ketiga adalah ”people-in-system doll”. Disini, perhatian kita mengenai bagaimana sistem sosial atau organisasi dimana seseorang bekerja, dapat memiliki efek pada orang tersebut dari cara berkomunikasi dengan orang lain di dalam sistem tersebut.
Boneka keempat yang membungkus seluruh boneka lainnya, merepresentasikan ”competence doll”.
Sangatlah penting untuk mengerti bahwa model kompetensi ini bukan hanya terlihat sebagai bagian terluar atau sebagai casing saja, melainkan sebagai kompetensi manajemen komunikasi yang bisa terdapat di semua level model ”Russian Matouscha doll” ini. Seseorang menjadi kompeten dalam komunikasi intrapersonalnya ketika dia dapat memahami dirinya dan dapat menimbulkan ”self control” atau kontrol diri. Seseorang juga dapat terlihat kompeten ketika dia membangun, mengkoordinasi dan menjelaskan makna kepada orang lain. Dan terakhir, seseorang dapat dinyatakan kompeten ketika dia memperlihatkan kemampuan untuk mengubah salah satu sistem yang dia jalankan atau orang lain dalam sistem tersebut.


Sekian dulu artikel saya semoga dapat bermanfata bagi sahabat semua yaa...
Terima Kasih telah membaca...
Salam Sehat💪😆

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TAKING INITIATIVE

  Nama                    : Dwita Agustini NIM                    : 193300020055 Kampus              : Universitas Mpu Tantular Dosen Pengaj...